SHOUTcast Widgets
Artist Library / Dialita

Dialita

86Last.fm listeners

Biography

Paduan Suara Dialita, singkatan dari Di Atas Lima Puluh tahun, adalah bunyi merdu dari masa lalu. Bunyi yang dipaksa sunyi oleh rezim penguasa seusai Enam Lima. Paduan suara ini beranggotakan keluarga atau mereka yang pernah ditahan karena tersangkut peristiwa Enam Lima. Mereka yang pernah ditahan, dipenjara, dibuang, diasingkan, dan dibuat melakukan kerja paksa tanpa pernah tahu kesalahannya.

Paduan Suara Dialita tidak datang sendiri. Ada beberapa musisi muda lintas generasi yang hadir untuk mengiringi mereka. Saya memohon, dengan segala kerendahan hati, untuk menempatkan nama-nama seperti Frau, Sisir Tanah, Cholil Mahmud, Nadya Hatta & Prihatmoko Catur, Komunitas Kroncongan Agawe Santosa dan Lintang Radittya sebagai sekadar figuran, catatan kaki, sesuatu yang tidak signifikan, untuk bisa menikmati album ini dengan maksimal.

Read full biography ↓

Paduan Suara Dialita menghadirkan kembali suara dari dua seniman musik besar Indonesia yang disingkirkan dalam catatan sejarah, Sudharnoto dan Subronto K Atmodjo. Maestro musik, yang meski harus meringkuk dalam kamp kerja paksa di Pulau buru, mereka masih mencipta lagu-lagu merdu untuk mengobarkan semangat hidup.

Bernyanyi, berkumpul, bercerita dan berbagi pengalaman untuk bertahan hidup adalah upaya keluarga penyintas untuk merawat harapan. Bernyanyi memberikan mereka suara untuk bicara, untuk didengar. Bahwa mereka masih ada, masih hidup dan menolak dibungkam. Perempuan-perempuan tangguh ini adalah monumen hidup yang selamanya akan diingat oleh sejarah sebagai orang yang menang.

Paduan Suara Dialita tidak sedang mengasihani diri sendiri. Mereka tegak bersuara, dengan merdu tentu saja, menyanyikan lagu-lagu dari masa lalu. Sesuatu yang membuat mereka kuat menghadapi bengisnya penjara, kejamnya diskriminasi, dan jahatnya stigma. Suara-suara ini adalah titik tengah pertemuan antara semangat masa lalu dan estetika bunyi hari ini. Musik yang segar dengan teks dan susunan nada yang berasal dari masa yang lampau.

Adalah Ibu Utati dan Ibu Mudjiati, dua anggota Paduan Suara Dialita yang pernah ditahan bersama-sama di Bukit Duri. Mereka sangat berjasa mengumpulkan arsip dokumentasi dan menuliskan kembali lagu-lagu dari dalam penjara: dari lirik-lirik yang tidak lagi utuh diingat, lalu secara perlahan berhasil menemukan kembali bagian-bagian yang terpenggal, selanjutnya diberi notasi dan dibuatkan partiturnya secara sederhana. Partitur-partitur sederhana yang masih belum sempurna itulah yang kemudian diperkenalkan dan dipelajari bersama kawan-kawan dalam Paduan Suara Dialita.

Biography text from Last.fm, available under CC BY-SA.